Hewan Kecil Ini Miliki Kelebihan yang Jadi Contoh Untuk Pengembangan Proyek Kendaraan, Apa Itu?

Kumbang Phloeodes diabolicus jadi inspirasi pembuatan mobil
Kumbang Phloeodes diabolicus jadi inspirasi pembuatan mobil (Net)

KLIKPOSITIF - Dalam membuat mobil , pabrikan otomotif pasti mendapatkan inspirasi dari makhluk hidup yang ada di sekitar.

Seperti Ferrari mengambil inspirasi dari kuda, Lamborghini dengan bantengnya, dan masih banyak lainnya.

baca juga: Fitur Baru WhatsApp Telah Dirilis, Pesan Hilang Otomatis Setelah Sepekan

Kebanyakan pabrikan otomotif yang dikenal terinspirasi dari hewan -hewan besar. Lalu apakah ada sebuah pabrikan otomotif yang mengambil inspirasi dari hewan kecil?

Jawabannya ada. Seperti dilansir dari Autoevolution, sebuah proyek besar yang didanai oleh Angkatan Udara Amerika Serikat tengah mengembangkan sebuh kendaraan tangguh yang terinspirasi dari hewan kecil.

baca juga: Sentuhan Baru YouTube Music, Bisa Dukung Stories Instagram dan Snapchat

Hewan tersebut yakni kumbang Phloeodes diabolicus. Serangga ini diklaim memiliki bodi kuat dan kokoh.

Menurut penelitian, serangga ini memiliki pelindung atau kerangka luar yang terdiri dari kitin saling bertautan. Hal inilah yang membuat serangga ini diklaim kuat menahan benturan.

baca juga: Penelitian Terbaru Ungkap Hewan yang Menjadi Penyebab Pandemi Covid-19

Pelindung ini membuat kumbang tahan terhadap patukan burung, injakan hewan , bahkan tabrakan mobil Toyota Camry. Insinyur sipil, Pablo Zavattieri, mengatakan pelindung itu alih-alih langsung putus, tapi dia patah secara progresif.

"Pengamatan ini bisa diterapkan dalam mengembangkan material yang kuat, tahan benturan, dan tahan benturan dengan menggabungkan material yang berbeda," kata Zavattieri.

baca juga: Hyundai Bikin Mobil Listrik Bertenaga Mini

Dengan adanya kumbang ini, para peneliti pun terus melakukan observasi jika diterapkan pada material kendaraan seperti bodi mobil dan pesawat.

Nantinya jika penelitian ini berhasil, pastinya kendaraan yang kokoh dan tahan lama bakal hadir di dunia nyata.

Editor: Eko Fajri