Setelah Blokir TikTok, AS Akan Blokir Aplikasi Lain dari Tiongkok

TikTok
TikTok (net)

KLIKPOSITIF - Pemerintah Amerika Serikat telah memblokir aplikasi TikTok. Kini negara Paman Sam itu kembali mencanangkan wacana untuk memblokir aplikasi dari China.

Sebelumnya, sang Presiden, Donald Trump mengutarakan keinginannya melakukan hal serupa terhadap TikTok. Masalah keamanan jadi salah satu hal utama yang melatarbelakangi munculnya rencanan tersebut. Satu nama yang sempat muncul belakangan adalah aplikasi WeChat.

baca juga: Protes ke Apple, Facebook Ingin Messenger Ingin Jadi Aplikasi Default di iOS

Aplikasi tersebut merupakan layanan kirim pesan yang mirip seperti WhatsApp dan Line. Tapi memiliki beberapa fitur berbeda. Menyusul kabar pemblokiran aplikasi asal China di Amerika Serikat, laporan terbaru CNET menyebut bahwa pemerintah di sana memiliki 5 poin rencana terkait hal tersebut ke depan.

Pertama, Clean Store. Ini merupakan rencana penghapusan dan pemblokiran aplikasi asal China di seluruh layanan aplikasi AS, seperti App Store dan Google Play Store. Kedua, Clean Apps. Rencana ini merupakan upaya pemerintah mencegah developer China melakukan pre-installing hingga tersedia di layanan aplikasi Amerika Serikat.Selanjutnya, Clean Cloud. Melalui rencana ini, pemerintah AS ingin mencegah data warganya tersimpan di sistem cloud perusahaan China, seperti Alibaba, Baidu, dan Tencent. Lalu yang keempat, ada Clean Carrier. Pemerintah AS akan memastikan bahwa operator China tidak terhubung ke jaringan AS karena masalah keamanan nasional.

Terakhir, Clean Cable. Rencana ini merupakan langkah pemerintah AS untuk memastikan kabel internet bawah laut mereka tidak ada gerakan subversif. Jika dilihat dari 5 poin di atas, pemerintah AS secara tidak langsung seperti menyatakan "perang" kepada China. Meski begitu, bukan berarti aplikasi asal China tidak bisa beroperasi sepenuhnya di Amerika Serikat.

baca juga: Dolar Melemah, Emas Dunia Capai Level Tertinggi

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan, salah satunya seperti apa yang sedang diusahakan oleh Microsoft. Perusahaan tersebut sedang mencoba untuk mengakuisisi TikTok khusus di Amerika Serikat agar bisa tetap beropaerasi di sana. Mengetahui hal tersebut, Trump memberi batas waktu bagi kedua perusahaan untuk mencapai kesepakatan sebelum 15 September 2020.

Editor: Ramadhani