Biar Aman, Lakukan 5 Pemeriksaan Rutin Ini pada Smartphone Anda

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -SmartphoneAndroidtelah menjadi bagian kehidupan sebagian besar masyarakat. Karena itu, penggunanya juga harus mewaspadairisikokeamananyang bisa timbul. Harus lakukanpemeriksaan rutin.

MenurutKaspersky, ada beberapa hal yang perlu dilakukan secara teratur untuk menjaga keamanan smartphone Android dan data pribadi tetap aman.

baca juga: Protes ke Apple, Facebook Ingin Messenger Ingin Jadi Aplikasi Default di iOS

Berikutlima pemeriksaan rutin untuk Androidyang harus dilakukan:

Periksa aplikasi

  • Mulailah memeriksa dari daftar aplikasi yang diinstal. Telusuri dengan cermat dan segera hapus aplikasi apapun jika tidak digunakan.
  • Dengan melakukan hal itu, pengguna secara tidak langsung akan mendapatkan berbagai manfaat. Pertama, mengosongkan ruang pada smartphone dan meningkatkan kinerja ponsel. Kedua, meningkatkan masa pakai baterai jika beberapa aplikasi yang tidak terpakai dihapus.
  • Ketiga, pengguna tidak akan menjadi target potensial bagi mata-mata atau pelaku kejahatan siber lain jika terdapat aplikasi yang berpotensi berbahaya di ponsel. Bahkan, program yang sah sekalipun bisa menjadi sumber infeksi jika diretas atau jika pengembangnya tanpa sadar menggunakan komponen berbahaya dalam kode aplikasi.
  • Oleh karena itu, semakin sedikit aplikasi maka semakin kecil peluang terjadinya insiden keamanan.

Periksa izin aplikasi

  • Setelah melakukan tips pertama, pengguna hanya akan memiliki aplikasi yang benar-benar digunakan. Setelahnya, pengguna harus memeriksa izin yang diminta aplikasi.
  • Sebagai aturan utama, jangan membagikan hak yang tidak perlu saat memasang aplikasi baru. Semakin banyak izin yang dimiliki aplikasi, maka semakin banyak hal yang dapat dilakukan pada perangkat pengguna, khususnya semakin banyak data pribadi yang dapat dikumpulkan. Jadi, hanya berikan izin setiap aplikasi seminimal mungkin untuk pengoperasian dan keramahan pengguna.
  • Perhatikan pada izin yang terkait dengan aplikasi admin perangkat (device admin apps) dan aksesibilitas, berikan izin hanya jika pengguna mempercayai 100 persen aplikasi itu.
  • Jangan pernah takut untuk mencabut izin aplikasi. Jika pengguna mencabut izin dan aplikasi berhenti berfungsi dengan baik atau beberapa fitur hilang, pengguna bisa mengembalikan lagi.

Periksa pembaruan

  • Pembaruan sangat penting karena dapat memperbaiki masalah kerentanan. Artinya, pembaruan mampu melindungi pengguna dari serangan siber.
  • Aplikasi dari Google Play umumnya diperbarui secara otomatis, namun untuk memastikan, pengguna bisa mengunjunginya secara langsung dan mengunduh versi terbaru.
  • Jika pengguna mengunduh sesuatu yang bukan dari toko resmi, pengguna harus bertanggung jawab untuk melacak pembaruan secara manual.
  • Sementara itu, pembaruan untuk sistem Android adalah hal berbeda. Dengan memeriksa pembaruan secara manual, pengguna bisa mendapatkannya sebelum smartphone menginstalnya selama pembaruan otomatis berikutnya. Dengan kata lain, itu berarti perlindungan dini terhadap bahaya potensial.

Lakukan pemindaian dengan perangkat lunak antivirus

  • Google Play memiliki antivirusnya sendiri, yaitu Google Play Protect, yang memeriksa aplikasi yang akan diunggah ke toko resmi. Dengan kata lain, jika pengguna mengunduh aplikasi dari toko resmi, kemungkinan besar aplikasi itu aman.
  • Walaupun segala kemungkinan dapat terjadi, namun setidaknya di Google Play, aplikasi berbahaya dapat dideteksi dan kemudian dihapus.
  • Berbeda jika pengguna menginstal aplikasi dari toko tidak resmi atau mengunduhnya ke ponsel secara manual sebagai file APK, tidak ada jaminan bahwa aplikasi itu aman. Disarankan untuk memindai konten ponsel secara berkala dengan utilitas antivirus seluler.
  • Dengan solusi keamanan gratis, pemindaian biasanya harus dijalankan secara manual. Pemindaian paling baik dilakukan setelah menginstal setiap aplikasi baru atau setelah melakukan pembaruan.

Periksa kebocoran data

  • Perangkat Android kemungkinan besar menyimpan banyak informasi pribadi, mulai dari foto hingga aplikasi jejaring sosial dengan seluruh percakapan yang ada di dalamnya. Sayangnya, kebocoran data menjadi lebih umum. Karena itu, penting untuk mengetahui tentang berbagai kemungkinan kebocoran.
  • Dalam banyak kasus, kebocoran data dapat terjadi ketika perusahaan memberi tahu informasi pelanggan atau juga bisa mendapatkan informasi di situs berita TI. Namun, sebagian besar kasus kebocoran adalah perusahaan atau layanan yang tidak diketahui atau digunakan pengguna. Untuk meminimalkan hal ini, ubah kata sandi untuk setiap akun yang mengalami kebocoran data.
  • Melakukan langkah-langkah di atas tentu membutuhkan waktu, tetapi dengan menerapkan prinsip pemeriksaan rutin keamanan dapat memberikan kontrol yang lebih baik atas smartphone Android pengguna dan membuatnya jauh lebih aman.

baca juga: Nissan Kaji Kemungkinan Tanam Mesin Hybrid di GT-R

Editor: Eko Fajri