Sistem Keamanannya Tinggi, Jaksa Agung AS Minta Apple Buka iPhone Pelaku Penembakan

ilustrasi:iPhone
ilustrasi:iPhone (net)

KLIKPOSITIF -Jaksa Agung Amerika Serikat, William Barr meminta Apple untuk segera membuka iPhone terduga pelaku kasus penembakan di Pensacola, Florida.

Permintaan ini disampaikan Barr pada Senin (13/01/2020) bersama dengan pernyataan bahwa kasus penembakan di Flordia merupakan aksi terorisme.

baca juga: Ini Fakta Menarik Mobil Legendaris Jenderal Ahmad Yani, Saksi Bisu G30S

Sebelumnya, FBI telah melayangkan surat pada Apple , meminta bantuan untuk membongkar iPhone milik pelaku penembakan Florida. Dengan pernyataan ini, Barr berada di tengah perseteruan antara FBI dan Apple .

Menanggapi permohonan bantuan tersebut, Apple menyatakan siap membantu, terlebih telah melalui prosedur yang sesusai. Namun Apple tak kunjung membuka iPhone tersebut dengan alasan privasi dan keamanan.

baca juga: Fitur Picture on Picture di iOS 14, Ini Fungsinya

Apple bersikukuh bahwa telah membagi data pelaku penembakan yang diunggah melalui iCloud. Tetapi Apple tidak dapat membantu untuk membongkar data digital yang berada di dalam iPhone karena terlindungi oleh password.

Menanggapi pernyataan tersebut, Barr menyebut Apple tidak membantu proses penyidikan. Meski telah mendapatkan akses ke iCloud, tetapi para penyidik membutuhkan akses ke iPhone pelaku.

baca juga: Apple Disebut Segera Berikan Dukungan Bahasa Indonesia untuk SIRI

Para penyidik membutuhkan akses iPhone untuk melihat pesan yang telah terenkripsi pada WhatsApp dan Signal. Sebab, para penyidik ingin mencari tahu skema dan kerja sama yang dilakukan pelaku sebelum penembakan terjadi.

Dugaan ini muncul sebab pelaku, Alshamrani mencoba menghancurkan iPhone miliknya setelah ia melakukan perbuatan keji tersebut.

baca juga: Protes ke Apple, Facebook Ingin Messenger Ingin Jadi Aplikasi Default di iOS

Ini bukan kali pertama Apple menolak untuk membongkar sebuah iPhone yang terlindungi dengan password. Sebelumnya, Apple terlibat dalam kasus yang sama pada 2016 silam saat kasus penembakan di San Bernardino.

Penulis: Ramadhani