PP Regulasi Kendaraan Listrik Segera Terbit, JK: Harus Seimbang

Jusuf Kalla menjajal Honda ADV150 usai membuka GIIAS 2019
Jusuf Kalla menjajal Honda ADV150 usai membuka GIIAS 2019 (Suara.com)

KLIKPOSITIF -- Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla atau kerap disapa JK mengungkapkan, Peraturan Pemerintah (PP) terkait regulasi kendaraan listrik akan segera terbit. Meski belum menyampaikan secara detail, namun aturan yang akan mengatur industri kendaraan listrik di Indonesia itu dipastikan terbit tahun ini.

"Masih menunggu, tapi tahun ini," ujar JK di sela kunjungan GIIAS 2019, Kamis (18/7/2019), di ICE BSD, Tangerang Selatan.

baca juga: 99 Daerah Kini Masuk Zona Hijau

Wakil Presiden atau RI-2 juga menambahkan, saat ini aturannya masih disesuaikan. Mulai dari segi keuangan, juga pajaknya. Semua harus tersinkronisasi agar bisa menarik industri dan juga konsumen.

"Harus diseimbangkan industri dan konsumennya," ungkap JK.

baca juga: Dirut Classy Corporation Resmi Launching CSSB, Siap Dukung Majukan UMKM di Sumbar

Kabarnya peraturan ini akan berfokus pada kendaraan listrik berbasis baterai. Sedangkan kendaraan lain di luar baterai, seperti hibrida atau plug-in hybrid tidak ada dalam peraturan itu.

Peraturan yang disusun juga menjelaskan tingkat kandungan lokal dalam negeri (TKDN) yang mengikat, baik untuk industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBL) juga bagi komponen pendukung.

baca juga: Mendag Ancam Tutup Pasar Jika Pedagang Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Untuk TKDN sepeda motor listrik, industri wajib menggunakan komponen dalam negeri dengan TKDN minimum 40 persen, untuk periode produksi 2019-2023. Level TKDN kemudian harus meningkat menjadi 60 persen, periode 2023-2025 dan menjadi 80 persen periode 2025 dan seterusnya.

Untuk mobil listrik, produksi awal wajib memenuhi TKDN minimum 35 persen, periode 2019-2021. Bertahap kemudian naik hingga 80 persen pada 2025 dan seterusnya.

baca juga: Legislator: Reshuffle Kabinet Hak Prerogatif Presiden

Penulis: Eko Fajri