WhatsApp Diprediksi Mulai Ditinggalkan, Ini Alasannya

Ilustrasi
Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF -- Biasanya, pembaruan fitur WhatsApp disambut antusias. Tetapi tidak kali ini, dimana pengguna aplikasi perpesanan harus menahan diri karena sesuatu yang benar-benar mengerikan akan datang.

Bahkan, otoritas WhatsApp terkemuka di dunia mengatakan pembaruan baru begitu suram sehingga ‘semua orang diprediksi akan pergi’. Ini tidak berarti pengguna meninggalkan WhatsApp, namun anggota staf senior telah berhenti karena aplikasi yang dimiliki Facebook mempersiapkan untuk melepaskan beberapa perubahan yang pasti tidak populer.

baca juga: Ringtone Panggilan di WhatsApp Bisa Custom, Begini Caranya

Co-founder Brian Acton dan Jan Koum telah mengucapkan selamat tinggal kepada perusahaan yang mereka mulai dan sekarang eksekutif bisnis Neeraj Arora juga telah pergi. Meskipun dia mengeluarkan pernyataan yang mengatakan karyanya telah 'menjadi salah satu perjalanan'.

Pembaruan yang ditakutkan semua orang disebut 'iklan status', yang akan muncul di antara pembaruan status. Tab Status secara efektif adalah versi Snapchat Story, tempat pengguna dapat memosting video, gambar, atau GIF yang hilang setelah 24 jam.

baca juga: Kaesang Pangarep Beberkan Isi Percakapan WAG keluarga, Warganet: Gimana Ya Caranya?

Facebook mengatakan bahwa 450 juta basis pengguna WhatsApp saat ini menggunakan halaman Status.

Ini mendorong WABetaInfo, sebuah layanan yang menganalisis versi awal kode WhatsApp bercuit.

baca juga: WhatsApp Tunda Kebijakan Privasi Data Hingga Mei 2021

"Sepertinya semua orang meninggalkan sebelum WhatsApp memiliki iklan status. Satu lagi: Setelah Jan dan Brian (pendiri), Neeraj Arora (eksekutif bisnis) meninggalkan WhatsApp. Terima kasih atas pekerjaanmu," tulis WABetaInfo dikutip dari Metro melansir suara.com.

Iklan akan muncul di fitur Status mulai tahun 2019. Hal ini diungkap pendirinys, Brian Acto, yang mengatakan itu salah satu alasan dia meninggalkan perusahaan.

baca juga: DPR Minta Pemerintah Lindungi Data Masyarakat Terkait Aturan Baru WA

Acto mengungkapnya dalam sebuah wawancara dengan Forbes awal tahun ini.

"Iklan bertarget adalah apa yang membuat saya tidak senang. Anda membangunnya sekali, itu berjalan di mana-mana di setiap negara. Anda tidak memerlukan tenaga penjualan yang canggih. Ini adalah bisnis yang sangat sederhana. [Facebook] mewakili serangkaian praktik bisnis, prinsip dan etika, dan kebijakan yang saya belum tentu setuju," bebernya.

Penulis: Rezka Delpiera