Teliti Sebelum Membeli, Inilah 8 Smartphone Paling Susah Diperbaiki

Ilustrasi
Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF -- Salah satu kriteria membeli smartphone adalah keawetan dan ketahanan, juga kemudahan untuk diperbaiki. Karena itu, ada yang menghindari smartphone susah diperbaiki. Sebelum membeli smartphone baru, sebaiknya cari tahu dulu seberapa mudah diperbaiki, terutama untuk smartphone -smartphone mahal.

Menurut iFixit, rata-rata smartphone kelas atas susah untuk diperbaiki. Banyak yang membutuhkan peralatan khusus hingga komponen rumit yang sangat kecil. Berikut ini 8 smartphone susah diperbaiki menurut iFixit yang dirilis selama 2018.

baca juga: Studi: Dunia Butuh Undang-Undang Larangan Robot Pembunuh, Kenapa?

BACA JUGA:  Pelatih SPFC Sebut Temukan yang Selama Ini Dicari Pada Pulatov

BACA JUGA:  Jokowi Ingin Regulasi Kendaraan Listrik Segera Rampung

baca juga: Ini 10 Rekomendasi HP Untuk Gaming dengan Harga Murah dan Kwalitas Baik

Apple iPhone XS
Smartphone baru Apple ini mendapatkan nilai 6 dalam kemudahan untuk memperbaiki. Menurut iFixit, banyak komponen iPhone XS bisa dibongkar dan diganti. Kekurangannya pada kaca di depan dan belakang. Jika pecah, untuk menggantinya butuh membongkar semua bagian dalam iPhone XS.

OnePlus 6
Smartphone ini mendapatkan nilai 5, karena mengganti layar. Juga masalah pada kaca depan dan belakang yang terlalu berisiko pada weiless charger. Namun kelebihan dari OnePlus 6 punya kemudahan dalam melakukan penggantian baterai. Juga memiliki kemudahan dalam melepas komponen.

baca juga: Twitter Rilis Fitur Pembatasan Membalas Cuitan untuk Pengguna iOS

Samsung Galaxy S9
Smartphone dari samsung ini mendapatkan nilai 4 dari iFixit. Padahal banyak komponen di dalamnya bersifat modular yang mudah dibongkar pasang. Hal ini karena Samsung melekatkan kaca depan dan belakang dengan lem. Untuk melepas kaca depan dan belakang butuh usaha lebih karena lem.

Samsung Galaxy S9 Plus
Sama seperti di atas, Samsung Galaxy S9 Plus juga masalah yang sama. Penggunaan lem yang menyusahkan dalam melepas kaca-kaca di smartphone ini. Walau komponen lain yang bersifat modular mudah untuk dilepas, iFixit tetap memberikan nilai 4. Terutama karena masalah lem itu tadi.

baca juga: Dianggap Tiru Logo, Apple Tuntut Perusahaan Prepear

Huawei P20 Pro
Smartphone tiga kamera ini juga punya masalah dengan pemakaian lem. Tidak hanya itu, melepaskan kaca di bagian depan dan belakang sangat berisiko pecah. Kelebihan Huawei P20 Pro ini terletak pada komponen modular di dalamnya. Namun tetap saja, gara-gara lem dan risiko pecah di layar membuatnya cuma dapat nilai 4.

BACA JUGA:  Lima Olahraga Simpel Ini Bisa Bikin Segar di Pagi Hari

LG G7 ThinQ
Untuk melepas layar sebenarnya cukup mudah, namun harus bertempur dengan lem dulu. Selain itu, saat melepas kaca depan dan belakang berisiko pecah. LG G7 ThinQ ini mendapatkan nilai 4 karena masalah risiko kaca pecah dan lem. Namun komponen di dalamnya mudah dibongkar pasang karena modular.

Google Pixel 3
Smartphone Google ini ternyata dapat nilai buruk dari iFixit. Hanya mendapatkan nilai 4 saja karena masalah lem yang cukup banyak di panel belakang. Bagian layar juga lebih susah dari Pixel sebelumnya. Kelebihannya, tidak butuh banyak alat dalam bongkar pasang Google Pixel 3.

Google Pixel 3 XL
Sama seperti versi kecilnya, Google Pixel 3 XL juga bermasalah dengan penggunaan lem. Untuk memperbaiki smartphon ini harus berjuang melawan lem dulu. Nilai 4 juga diberikan iFixit untuk smartphone susah diperbaiki ini. Tapi tidak butuh banyak peralatan dalam bongkar pasang Google Pixel 3 XL. Nampaknya lem jadi masalah utama untuk memperbaiki smartphone flagship ini. Selain susah dilepas, butuh lem baru untuk memasang kembali.

Itulah 8 smartphone susah diperbaiki yang dirilis sepanjang 2018 menurut iFixit. Semoga bisa jadi bahan pertimbangan. (*)

sumber: HiTekno

BACA JUGA:  Enam Kebiasaan Sepele Ini Bikin Anda Susah Jadi Orang Kaya, Kamu yang Mana?

Penulis: Agusmanto