Saat Dijual ke Facebook, Pendiri WhatsApp Ini Ungkap Hal Mengejutkan

Salah seorang pendiri WhatsApp, Brian Acton.
Salah seorang pendiri WhatsApp, Brian Acton. (net)

KLIKPOSITIF -- Salah satu pendiri WhatsApp, Brian Acton mendadak jadi jutawan setelah layanannya dibeli Facebook pada tahun 2014 dengan 22 juta miliar dolar Amerika Serikat. Tapi, semua dibayar mahal karena privasi pengguna yang tadinya sangat sakral akhirnya ikut dijual.

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Forbes, Brian Acton mengaku meninggalkan WhatsApp pada 2017 karena bertengkar dengan pendiri dan bos Facebook , Mark Zuckerberg. Salah satu penyebabnya adalah Facebook mulai mencari untung dari WhatsApp, layanan pesan yang tersedia gratis bagi lebih dari 1,5 miliar penggunanya di seluruh dunia.

baca juga: Apple Sebut Pengguna iOS14 Kini Capai 86 Persen dari Total Pengguna iPhone

Mark Zuckerberg ingin WhatsApp mulai menayangkan iklan yang secara spesifik menyasar pengguna tertentu. Tapi, iklan seperti itu mewajibkan aplikasi WhatsApp membuka data-data pribadi pengguna sehingga iklan bisa tepat sasaran.

Hal inilah yang ditentang keras Brian Acton dan Jan Koum. Sejak awal berdirinya, data pribadi para pengguna WhatsApp memang disakralkan. Aplikasi WhatsApp juga tak menerima iklan dan menerapkan end to end encryption yang menjaga ketat pesan-pesan pengguna dari intipan pihak lain.

baca juga: Google Segera Luncurkan 3 Filter Baru untuk YouTube Kids

Tak kuat bertarung dengan Mark Zuckerberg dan petinggi Facebook lainnya, Brian Acton pun mengundurkan diri. Setahun kemudian, Jan Koum juga memutuskan untuk hengkang. Menurut Forbes, keputusan Brian Acton itu dibayar mahal. Ia kehilangan jatah saham senilai 850 juta dolar AS.

Jan Koum sendiri juga meninggalkan WhatsApp dengan meninggalkan jatah saham senilai hampir 1 miliar dolar AS. "Saya menjual privasi pengguna saya untuk keuntungan lebih besar. Saya sudah membuat keputusan dan berkompromi. Dan saya kini terbebani dengan hal itu setiap hari," kata Brian Acton kepada Forbes.

baca juga: Update macOS Big Sur Terbaru Dirilis, Ini Masalah yang Diperbaiki

Wawancara Brian Acton itu diterbitkan Forbes hanya beberapa hari setelah dua pendiri Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger, mengundurkan diri. Sama seperti WhatsApp, Instagram juga milik Facebook setelah dibeli pada 2010 silam.

Systrom dan Krieger, seperti dilaporkan Wall Street Journal, mundur dari Instagram karena juga tak cocok dengan Zuckerberg. Mereka disebut tidak nyaman karena tim Facebook semakin campur tangan di dalam Instagram.

baca juga: Tingkatkan Fitur, Spotify Segara Hadirkan HiFi

Komentar Brian Acton sendiri kemudian ditanggapi pedas oleh Facebook . David Marcus, kepala bidang blockchain Facebook , lewat akun Facebook -nya menyindir Brian Acton. "Menurut saya, menyerang orang dan perusahaan yang membuat Anda jadi miliarder... adalah sangat rendah," tulis David Marcus. (*)

sumber: HiTekno

Penulis: Agusmanto