Sebaiknya ASN Tidak Pakai Gmail atau Yahoo

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF -Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta untuk tidak lagi menggunakan email gratis yang disediakan perusahaan asing seperti Gmail atau Yahoo. Imbauan ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo), Rudiantara. Pasalnya Kominfo telah menyediakan email resmi pemerintah dengan nama mail.go.id.

Alasan keamanan membuat pemakaian email gratis dari pihak luar sangat rentan jika digunakan oleh aparatur negara. E-mail gratis yang beredar di pasaran dinilai mudah dieksploitasi, baik dari segi konten maupun identitas pengirim. Ini dikhawatirkan menjadi salah satu sumber kebocoran informasi pemerintah.

baca juga: Tingkatkan Fitur, Spotify Segara Hadirkan HiFi

Layanan mail.go.id ini sejatinya menyasar ASN di daerah yang institusinya belum memiliki sistem e-mail sendiri. Berbeda dengan institusi pusat semacam kementerian yang masing-masing sudah punya sistem e-mail yang aman.

Domain mail.go.id disebutkan memiliki fitur-fitur keamanan semacam tanda tangan elektronik dan enkripsi. Kepastian identitas dan hukumnya terjamin sehingga alur pertukaran informasi antara pengirim dan penerima tetap terjaga kerahasiannya.

baca juga: Pemerintah Terapkan Strategi Hilir-Hulu Digitalisasi Indonesia

Rudiantara mengatakan pertukaran informasi via layanan e-mail asing memakan bandwidth internasional, sehingga ada ongkos yang perlu dikeluarkan. Rudiantara juga mengakui bahwa Gmail, Yahoo, dkk, menawarkan pengalaman pengguna yang lebih baik ketimbang e-mail yang disediakan pemerintah. Pemerintah pun akan terus memperbaiki sistem layanan e-mail agar strukturnya lebih mudah digunakan.

Pemerintah memberikan kapasitas 4 GB untuk pertukaran e-mail antar-ASN via mail.go.id. Sebanyak 93.000 ASN yang sebelumnya sudah tergabung di "pnsmail.go.id" sejak 2013 akan menjadi yang pertama ditransisikan ke mail.go.id.

baca juga: Gmail di iOS Resmi Dapat Lavel Privasi dari Google

Penulis: Ramadhani