Kecanduan Instagram? Yuk Detoks Media Sosial

Instagram
Instagram (Pixabay)

KLIKPOSITIF - Charlotte Meagher telah memiliki akun Instagram sejak berusia 13 tahun. Dia sekarang berusia 16 dan percaya bahwa aplikasi media sosial ini telah mengubah cara anak-anak menjalani hidup mereka.

" Instagram telah membuat saya merasa seperti setiap saat ketika saya bepergian, saya harus berfoto atau harus memasangnya di Instagram ," katanya.

baca juga: Citizen Scientist Temukan Planet Baru Seperti Jupiter

"Kami ingin orang lain iri dan terlihat menjalani hidup yang cemerlang ini. Ketika Anda pergi ke pesta, semua orang memegang ponsel mereka, semua orang aktif di Snapchat, semua orang ingin berbagi pesta ini," jelasnya.

Charlotte mengatakan lantaran ingin terlihat "cukup kurus" untuk gambar-gambar di akun instagramnya, ia sering kali mengurangi jumlah makanan yang disantapnya.

baca juga: Siapkan Tampilan Baru, Instagram Uji Mode Vertikal di Stories

"Saya ingat suatu kali saya merasa benar-benar frustasi dan kecewa karena saya terlalu takut untuk mengenakan pakaian renang dan kami berada di Bali dan saya menjadi semacam agak ketakutan mengenai hal itu," katanya.

Instagram media sosial terburuk

baca juga: Instagram Akan Hadirkan Fitur Status, Mirip Fitur WhatsApp

Penelitian yang diterbitkan awal tahun ini oleh Masyarakat Kesehatan Publik Kerajaan Inggris menempatkan Instagram sebagai platform media sosial terburuk bagi kesehatan dan kesejahteraan kaum muda.

Direktur Butterfly Foundation for Eating Disorder, sebuah lembaga non profit yang mengkampanyekan gangguan pola makan, Christine Morgan mengatakan bahwa dirinya yakin Instagram sangat berbahaya karena media sosial yang satu ini mendorong percakapan yang hampir seluruhnya dilakukan melalui media gambar.

baca juga: Tahun Ini Instagram Makin Fokus Pada Konten Video

Christine Morgan mendukung konsep detoks Instagram , dengan mengatakan bahwa penting bagi orang-orang muda dan orang tua mereka memantau penggunaan media sosial anak-anak mereka.

"Memantau apa yang anda lakukan di media sosial dan menyadari bahwa itu bisa merusak, bisa berbahaya untuk Anda," katanya.

"Memonitor juga bagaimana perasaan Anda saat Anda melakukannya, pantau bagaimana hal itu mempengaruhi perasaan anda dan jika itu membuat Anda merasa sangat negatif tentang diri Anda sendiri, berhentilah, beristirahatlah sejenak, detoksikan diri anda dari Instagram , berhentilah saja [menggunakannya]," tuturnya.

Charlotte mengatakan salah satu hal tersulit untuk ditangani bagi pengguna media sosial muda adalah teman atau pengikut yang tidak memberi tanga "like" terhadap materi yang diunggahnya.

"Anda melihat jumlah ‘like’ dan biasanya karena saya bergerak di lingkaran yang lebih kecil, itu adalah jumlah ‘like’ yang sangat memalukan dan tidak ada yang berkomentar, dan itu membuat Anda merasa sangat buruk," katanya.

Dilansir dari laman Australia.au, tapi dia mengatakan pada akhirnya bahwa dia percaya teman-teman yang benar-benar penting adalah orang-orang yang Anda ajak bicara. "Itu hanya sebuah tombol di penghujung hari," katanya.

Penulis: Fitria Marlina