Update iOS Terbaru, Fitur Pelacak COVID-19 Tak Dukung Pengguna Indonesia

Fitur pelacak ini dikembangkan bersama oleh Apple dan Google
Fitur pelacak ini dikembangkan bersama oleh Apple dan Google (net)

KLIKPOSITIF - Apple dan Google telah mengumumkan bahwa mereka akan bekerja sama untuk membuat fitur pelacakan kontak sehubungan dengan pandemi COVID--19.

Kini Apple telah merilis update iOS 13.5 dan iPadOS 13.5 untuk pengguna umum. Salah satu fitur yang dirilis dalam update ini adalah akses API untuk pelacakan kontak terkait COVID--19.

baca juga: Studi: 76 Persen Pasien Covid-19 Membaik setelah Transfusi Plasma

Fitur baru ini dapat ditemukan di bagian Settings - Privacy - Health jika sudah mengunduh update iOS 13.5. Hanya saja fitur bernama COVID--19 Exposure Logging ini tidak mendukung regional Indonesia.

Dikutip dari beberapa sumber, fitur COVID--19 Exposure Logging hanya mendukung sekitar 20 negara yang ada di dunia. Salah satunya adalah Amerika Serikat. Kabarnya fitur tersebut hanya tersedia untuk negara yang mengajukan permintaan akses API dari COVID--19 Exposure Logging alias pelacakan kontak buatan Apple dan Google.

baca juga: 22 dari 29 Pasien Positif COVID-19 di RSAM Dinyatakan Sembuh

Secara sederhana, berikut ini cara kerja fitur COVID--19 Exposure Logging diambil dari penjelasan Apple. Jika fitur COVID--19 Exposure Logging diaktifkan, perangkat iOS akan membuat sebuah identitas acak. Identitas acak ini akan dibagikan kepada perangkat lain yang ada di sekitar pengguna, lewat koneksi Bluetooth dan saling menyimpan selama 14 hari.

Setelah itu pengguna dapat mengunduh aplikasi kesehatan yang terdaftar yang bisa mengakses API dari COVID--19 Exposure Logging tersebut. Jika suatu hari pengguna atau orang yang pernah berintetaksi dengan kamu selama 14 hari terakhir dinyatakan terkena COVID--19, aplikasi kesehatan yang terdaftar akan mengirimkan notifikasi. Sehingga pengguna yang mendapatkan notifikasi ini dapat segera memeriksakan diri atau melakukan karantina mandiri.

baca juga: Sektor Pendidikan Sumbar Masih Dipertimbangkan untuk Dibuka

Editor: Ramadhani