Facebook dan Twitter Diminta Tanggung Jawab atas Konten Terorisme

"Kominfo menandatangani nota kesepahaman dengan BNPT untuk bersama-sama memberantas terorisme dan radikalisme"
ilustrasi facebook (net)

KLIKPOSITIF -- Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) meminta platform digital seperti Twitter dan Facebook untuk turut memikul tanggung jawab atas konten-konten yang berpotensi melahirkan terorisme dan radikalisme di dunia maya.

"Platform (digital) harus ikut tanggung jawab," tegas Rudiantara dalam acara penandatanganan nota kesepahaman dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di kantor Kominfo, Jakarta, kemarin.

Selain itu, pria yang akrab disapa Chief RA ini meminta platform digital, seperti Facebook dan Twitter, untuk mengaktifkan kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI) dan machine learning agar bisa mendeteksi konten-konten negatif pada platform mereka masing-masing.

"Mereka harus tanggung jawab kalau ada penyebaran konten radikalisme dan terorisme," imbuh Rudiantara.

Sayang Rudiantara tak menjelaskan lebih lanjut bentuk tanggung jawab dari perusahaan media sosial jika platform mereka digunakan sebagai alat untuk menyebarkan konten terorisme. Dari internal Kominfo sudah melakukan berbagai upaya untuk memerangi konten radikalisme dan terorisme yang berpotensi merusak kedaulatan negara.

Oleh karena itu, Kominfo menandatangani nota kesepahaman dengan BNPT untuk bersama-sama memberantas terorisme dan radikalisme. "Kita akan terus, diminta atau tidak diminta, mengatasi isu terorisme dan radikalisme," tegas Rudiantara. (*)

sumber: Suara.com