Terkait Terorisme, Twitter Hapus 166 Ribu Akun

"Penghapusan ini dilakukan selama Juli - Desember 2018"
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF-Twitter mengumumkan telah menghapus 166.000 akun yang terkait terorisme selama Juli - Desember 2018 lalu. Pemberitahuan ini disampaikan lewat blog resmi Twiitter.

Twitter mengatakan bahwa 91 persen akun yang mempromosikan terorisme dihapus atas inisiatif perusahaan sendiri. Jumlah akun yang dihapus di paruh kedua 2018 itu turun 19 persen dari periode Januari - Juni 2018. Ketika itu Twitter menghapus 205.156 akun yang dinilai bermasalah.

"Penurunan tajam ini mengindikasikan bahwa organisasi-organisasi yang menggunakan layanan kami terus turun," kata Wakil Presiden bidang kebijakan publik Twitter Sinead McSweeney.

Twitter bersama perusahaan internet raksasa dunia lainnya seperti Google dan Facebook sedang didera kritik dari seluruh penjuru dunia karena dituding sebagai alat penyebaran paham radikal, terorisme, serta ujaran kebencian.

Twitter juga mengumumkan telah menerima 6.904 permintaan dari pemerintah seluruh dunia untuk menyediakan informasi atas 11.112 akun. Di Indonesia sendiri Twitter menerima permintaan informasi atas 15 akun dari pemerintah. Pemerintah Indonesia, selama paruh kedua 2018, juga mengirim 327 permintaan untuk menghapus 3.015 akun.