ESP, Teknologi Safety Milik Bosch

"teknologi ESP akan jauh lebih stabil karena ada sensor yang membaca gerakan setir apabila roda membelok tidak sesuai dengan arah pengemudi"
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF-Teknologi keselamatan berkendara terus dikembangkan. Yang paling dikenal adalah antilock braking system (ABS) untuk pengereman aman tanpa roda yang terkunci, sistem kontrol traksi, hingga electronic stability program (ESP).

Chassis Systems Control Bosch Australia, Ken Humphreys mengatakan teknologi ESP akan jauh lebih stabil karena ada sensor yang membaca gerakan setir apabila roda membelok tidak sesuai dengan arah pengemudi. Sekitar 457 juta sistem pengereman ABS dan ESP dari Bosch telah diterapkan di berbagai belahan dunia.

Dengan sensor pintar, ESP mengecek hingga 25 kali per detik apakah mobil sudah benar-benar melaju sesuai dengan arah kemudi pengendara. Apabila pengukurannya tidak selaras, sistem anti-gelincir akan mengintervensi, dengan mulai mengurangi torsi mesin.

Sistem akan melakukan pengereman pada masing-masing roda, menghasilkan daya lawan yang dibutuhkan agar kendaraan tetap dapat melaju dengan aman. ESP disebut bisa menekan  sekitar 80% kecelakaan.

Dalam lima tahun terakhir, Bosch bekerja sama dengan ASEAN NCAP (New Car Assessment Program), dengan visi mengurangi fatalitas dan cedera akibat kecelakaan di jalan raya melalui pengenalan ABS dan ESP di wilayah Asia Tenggara.