KPAI Minta Kominfo juga Blokir Aplikasi Serupa dengan Tik Tok

"masih banyak aplikasi selain Tik Tok seperti musically, dubsmash, vine, hypstar dan sebagainya yang dapat memberikan pengaruh terhadap anak-anak"
Salah satu aplikasi yang disebut mirip dengan Tik Tok. (shutterstock)

KLIKPOSITIF -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mengawasi aplikasi-aplikasi yang memiliki pengaruh negatif bagi anak. Selain Tik Tok, masih banyak aplikasi yang mirip dan masih bisa digunakan bebas.

Dikatakan oleh Komisioner KPAI Bidang Pornografi dan Cybercrime, Margaret, masih banyak aplikasi selain Tik Tok seperti musically, dubsmash, vine, hypstar dan sebagainya yang dapat memberikan pengaruh terhadap anak-anak.

"Selain Tik Tok, ada banyak aplikasi lain yang memiliki pengaruh buruh untuk anak. Semua aplikasi harus diawasin. Kominfo harus tetap tegas demi perlindungan anak," katanya seperti dilansir dari Suara.com, jaringan Klikpositif.

Terkait soal Tik Tok, Margaret berencana memanggil pengelola aplikasi tersebut. Hal itu dilakukan untuk meminta komitmen Tik Tok dalam perlindungan anak-anak. "Dulu kan WhatsApp dan Twitter pernah kita panggil. Kalau mereka ada perwakilan di Indonesia ya kita panggil," lanjutnya.

Senada dengan Margaret, pengamat media sosial Nukman Luthfie mengatakan, Tik Tok memang seharusnya tidak digunakan untuk anak-anak karena banyak konten dewasa. "Kebanyakan pengguna Tik Tok kan anak-anak, alhasil mereka terpapar konten yang tidak seharusnya," ujarnya.

Ia melanjutkan, kasus Tik Tok merupakan momen bagi pemerintah untuk meningkatkan literasi digital. "Sekarang kan masih bersifat kampanye. Dalam jangka panjang, seharusnya literasi digital masuk kurikulum," tutup lelaki yang aktif di gerakan literasi digital "Siber Kreasi" ini. (*)