Google Akan Buka Pusat Penelitian Intelijen Buatan di China

"Mesin pencari Google dilarang di pasar China bersamaan dengan toko aplikasi, email dan layanan penyimpanan Cloud."
Kantor Google di California. (Getty Images.)

KLIKPOSITIF - Google Alphabet Inc mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya akan membuka pusat penelitian intelijen buatan (artificial intelligence / AI) di China.

Kebijakan ini dibuat untuk mewadahi bakat warga negara tersebut, walaupun produk raksasa teknologi AS ini tetap diblokir di China.

Google mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pusat penelitian ini adalah yang pertama dari jenisnya di Asia dan akan terdiri dari sebuah tim kecil yang beroperasi dari kantor yang ada di Beijing.

Pembuat kebijakan China telah menyuarakan dukungan kuat untuk penelitian dan pengembangan AI di negara itu, namun juga menerapkan peraturan yang semakin ketat mengenai perusahaan asing pada tahun lalu, termasuk pembatasan sensor baru.

Mesin pencari Google dilarang di pasar China bersamaan dengan toko aplikasi, email dan layanan penyimpanan Cloud. Regulator cyber China mengatakan pembatasan pada media asing dan platform internet ini dirancang untuk menghalangi pengaruh yang bertentangan dengan stabilitas dan gagasan sosialis.

Tahun ini Google mengadakan turnamen Go bekerjasama dengan pemerintah daerah di China timur, menantang AI-nya melawan juara dunia Go player China "Ke Jie". Acara tersebut sangat dipublikasikan di luar negeri namun media lokal dibungkam.

Sumber: Reuters