Peneliti Temukan Molekul yang Mampu Identifikasi Peradangan Otak

"Bagaimana cara menekan peradangan di otak setelah cedera"
Ilustrasi (pixabay)

KLIKPOSITIF - Penelitian baru menemukan sebuah kunci molekuler untuk efek ketogenik terhadap pasien epilepsi dan penyakit neurologis lainnya.

"Ini merupakan isu utama di lapangan. Bagaimana cara menekan peradangan di otak setelah cedera," kata Raymond Swanson, seorang profesor neurologi di University of California, San Francisco (UCSF).

Ia dan rekan-rekannya menemukan mekanisme diet rendah karbohidrat mengurangi peradangan di otak, dan mengidentifikasi protein penting yang menghubungkan diet dengan gen inflamasi. Jika diblokir dapat mencerminkan efek antiinflamasi dari makanan ketogenik, yang diketahui bisa mengubah cara tubuh menggunakan energi.

Sebagai tanggapan terhadap kekurangan gula yang berasal dari karbohidrat seperti glukosa, tubuh mulai memecah lemak menjadi keton dan ketoasida, yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Pada hewan pengerat, makanan ketogenik diketahui mengurangi peradangan, memperbaiki hasil setelah cedera otak dan memperpanjang umur. Namun, manfaat ini kurang mapan pada manusia karena sulitnya mempertahankan keadaan ketogenik.

Selain itu, sulit untuk menyingkirkan kacang dan baut molekuler dimana diet ini mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Dalam studi baru, para peneliti menggunakan molekul kecil yang disebut 2-deoxyglucose, atau 2DG, untuk menghambat metabolisme glukosa dan menghasilkan keadaan ketogenik pada tikus dan jalur sel laboratorium yang terkontrol sehingga menyebabkan penemuan bahwa 2DG menyebabkan tingkat peradangan hingga hampir dapat dideteksi.

Dilansir dari laman xinhua, para peneliti juga menemukan bahwa mengurangi metabolisme glukosa menurunkan barometer kunci metabolisme energi, yaitu rasio NADH / NAD +, yang pada gilirannya mengaktifkan protein yang disebut CtBP yang berfungsi untuk menekan aktivitas gen inflamasi.

Dalam sebuah percobaan, para periset merancang molekul peptida mirip-obat yang menghambat kemampuan CtBP ... Baca halaman selanjutnya