Mengintip Kemeriahan Honda Bikers Day 2017 Bukittinggi

"Honda Bikers Day 2017 Regional Sumatera berlangsung pada Sabtu 26 Agustus malam"
Tabuh Gendang oleh Pimpinan PT AHM, dan PT Hayati Pratama Mandiri Tanda Dimulainya Honda Bikers Day 2017 (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Gelaran iven kumpul komunitas motor Honda-Honda Bikers Day tahun 2017 resmi dimulai. Rentetan kegiatan tersebut ditandai dengan digelarnya iven itu di Ngarai Sianok, Kota Bukittinggi untuk Regional Sumatera 2017.

Honda Bikers Day 2017 Regional Sumatera berlangsung pada Sabtu 26 Agustus malam. Penyelenggara iven, PT Hayati Pratama Mandiri selaku main dealer Honda di Sumatera Barat mencatat, sekitar 3000 bikers hadir dalam acara tersebut.

Kegiatan yang dibesut oleh PT Astra Honda Motor ini diisi dengan berbagai kegiatan. Salah satunya touring menggunakan 11 unit sepeda motor CB150R Streetfire dari Kota Padang menuju Bukittinggi, yang diikuti oleh blogger otomotif, media massa dan perwakilan dari AHM sendiri.

Selama perjalanan peserta touring diajak menyaksikan keindahan alam pegunungan yang masih asri di sepanjang jalur lintas Malalak-Agam.

Keseruan rangkaian HBD 2017 Regional Sumatera kemudian dilanjutkan di Ngarai Sianok. Di lokasi acara, penyelenggara mengadakan permainan kebersamaan ala bikers seperti Broken Ship dan bulldozer race, serta diperkaya dengan aksi kepedulian sosial melalui donasi pembangunan toilet umum sebanyak lima unit di Ngarai Sianok.

Selain bermain, para bikers yang hadir di Ngarai Sianok juga diberi kesempatan untuk mencoba trek tanah menggunakan motor off road, CRF250 Rally.

Tidak sampai disana, saat malam hari, iven kumpul bikers Honda ini semakin gemerlap. Tamu komunitas motor Honda yang datang dari berbagai daerah di Sumatera-bahkan Pulau Jawa ini diberi hiburan musik dangdut yang dilantunkan oleh Tia KDI.

Lantunan musik dangdut Tia tampak membuat para anggota komunitas sepeda motor itu lantas memadati area panggung acara. Setelah 30 menit dangdutan, para bikers tersebut tampak kecewa dan ingin meninggalkan area panggung yang berdiri di antara tebing Ngarai Sianok tersebut. Namun ternyata mereka tertipu.

Diam-diam, penyelenggara ... Baca halaman selanjutnya