Peluncuran Satelit GPS Jepang Ditunda karena Kesalahan

"Karena kemungkinan kebocoran gas helium"
Jepang menunda peluncuran roket H-2A yang direncanakan untuk menempatkan satelit dengan posisi geo ke orbit karena kemungkinan kebocoran gas helium (Pixabay)

KLIKPOSITIF - Jepang menunda peluncuran roket H-2A yang direncanakan untuk menempatkan satelit dengan posisi geo ke orbit karena kemungkinan kebocoran gas helium. Hal itu diungkapkan oleh Mitsubishi Heavy Industries Ltd (MHI), Sabtu (12/8).

MHI, yang ditugaskan oleh pemerintah untuk membawa satelit ke luar angkasa, menunda peluncuran setelah mendeteksi penurunan tingkat tekanan di dalam sebuah tangki yang berisi gas helium, yang digunakan untuk mengoperasikan katup dan mendinginkan mesin roket.

Perusahaan melihat ke dalam apa yang secara khusus menyebabkan penurunan tekanan, dan roket tersebut kemungkinan akan diluncurkan pada awal 17 Agustus kata seorang juru bicara MHI.

Peluncuran satelit geo positioning ketiga merupakan bagian dari rencana Jepang untuk membangun versi lokal dari sistem penentuan posisi global A.S. yang bertujuan untuk menawarkan informasi lokasi untuk autopilot mobil dan kemungkinan tujuan keamanan nasional.

Dilansir dari laman reuters, Jepang berencana menempatkan satelit geo positioning keempat pada akhir tahun untuk mulai menawarkan informasi posisi yang tepat pada bulan April mendatang, dengan menggunakan sinyal dari empat satelit Jepang serta satelit GPS A.S. dan yang lainnya.

GPS A.S. memiliki margin kesalahan hingga 10 meter (33 kaki), namun di bawah sistem Jepang yang baru, kesalahan penentuan posisi akan turun hingga 6 cm (2,4 inci) atau kurang, menurut Kantor Kabinet pemerintah setempat.