Ilmuwan Koreksi Mutasi Gen Sebab Penyakit pada Embrio Manusia

"Hal itu untuk menghentikan penyakit itu dari masa lalu ke generasi mendatang."
Sebuah tim peneliti berhasil memperbaiki mutasi gen penyebab penyakit pada embrio manusia dengan menggunakan alat pengeditan gen (aljazeera.com)

KLIKPOSITIF - Sebuah tim peneliti berhasil memperbaiki mutasi gen penyebab penyakit pada embrio manusia dengan menggunakan alat pengeditan gen. Hal itu untuk menghentikan penyakit itu dari masa lalu ke generasi mendatang.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada hari Rabu (2/8) dalam Jurnal ilmiah, metode baru itu menggunakan alat pengeditan gen CRISPR untuk menargetkan mutasi pada DNA nuklir yang menyebabkan kardiomiopati hipertrofik, kondisi penyakit jantung genetik yang umum sehingga menyebabkan kematian jantung mendadak dan gagal jantung.

Dilansir dari laman xinhua, kardiomiopati hipertrofik mempengaruhi kira-kira satu dari 500 orang dan dapat menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak.

Periset bekerja dengan oosit manusia sehat yang disumbangkan (sel) di ovarium yang membentuk ovum dan sperma sehingga membawa mutasi genetik yang menyebabkan kardiomiopati. Embrio yang dibuat dalam penelitian ini digunakan untuk menjawab pertanyaan pra-klinis tentang keamanan dan efektivitas.

"Setiap generasi akan melakukan perbaikan ini karena kami telah menyingkirkan varian gen penyebab penyakit dari keturunan keluarga tersebut," kata penulis senior dari laporan Shoukhrat Mitalipov di Oregon Health & Science University.

CRISPR merupakan singkatan dari pengelompokkan pengulangan palindromik yang dikelompokkan secara teratur dan menjanjikan perbaikan mutasi genom manusia untuk mencegah penyakit genetik.

Dilansir dari laman xinhua, teknik pengeditan gen, yang dilakukan bersamaan dengan fertilisasi in vitro (IVF) dapat memberi jalan baru bagi orang-orang yang memiliki mutasi genetik penyebab penyakit yang dapat diwariskan untuk menghilangkan risiko penyakit pada anak mereka. Bisa juga meningkatkan keberhasilan IVF dengan meningkatkan jumlah embrio sehat.

"Penelitian ini merupakan yang pertama menunjukkan koreksi mutasi penyebab penyakit yang berhasil dan efisien pada tahap awal embrio ... Baca halaman selanjutnya