Hologram Mampu Bantu Cari Tanda-tanda Kehidupan di Ruang Angkasa

"Lebih sulit membedakan antara mikroba dan setitik debu daripada yang Anda pikirkan"
Sebuah teknik yang disebut mikroskop holografik digital menggunakan laser untuk merekam gambar 3-D, dapat membantu ilmuwan menemukan mikroba luar angkasa. (pixabay)

KLIKPOSITIF - Sebuah teknik yang disebut mikroskop holografik digital menggunakan laser untuk merekam gambar 3-D, dapat membantu ilmuwan menemukan mikroba luar angkasa.

"Lebih sulit membedakan antara mikroba dan setitik debu daripada yang Anda pikirkan," kata Jay Nadeau, profesor teknik dan dirgantara di Divisi Teknik dan Ilmu Terapan Caltech baru-baru ini.

"Anda harus membedakan antara gerakan Brown, yang merupakan gerakan acak materi, dan gerakan organisme hidup yang disengaja dan diarahkan sendiri," kata Jay Nadeau.

Enceladus, bulan keenam di Saturnus, memiliki banyak air, layaknya samudra yang tersembunyi di balik cangkang es yang melapisi seluruh permukaan. Ketika Saturnus menyelidiki Cassini terbang oleh Enceladus pada tahun 2005, ia melihat bulu uap air di wilayah kutub selatan meledakkan partikel es pada jarak hampir 2.000 kilometer per jam sampai ketinggian hampir 500 kilometer di atas permukaan.

Bahkan jika kehidupan memang ada di sana dengan cara mikroba, maka ilmuwan akan mengalami kesulitan mengidentifikasi mikroba tersebut dari jarak 790 juta mil dari bumi.

Untuk mengidentifikasi gerakan mikroba potensial dari bulu Enceladus, para ilmuwan mengusulkan menggunakan mikroskop holografik digital, di mana benda diterangi dengan laser dan cahaya yang memantul dari benda dan kembali ke detektor diukur, menurut penelitian tersebut.

Dilansir dari laman xinhua, dengan mikroskop holografik, para ilmuwan dapat mengidentifikasi organisme dengan kepadatan populasi hanya 1.000 sel per mililiter volume. Hal itu serupa dengan yang ada di beberapa lingkungan paling ekstrem di Bumi, seperti danau subglasial.

"Mikroskop holografik digital memungkinkan Anda melihat dan melacak gerakan terkecil sekalipun," kata Nadeau.

Selanjutnya, tim akan mencoba untuk meniru hasilnya dengan menggunakan sampel dari wilayah mikroba lainnya di Bumi, seperti Antartika.