Ilmuwan Eksplorasi Metode Baru Atasi Sampah Ruang Angkasa

"Ratusan ribu benda buatan manusia mengorbit Bumi, namun kurang dari 5.000 adalah satelit operasional. "
Eksperimen inovatif untuk mengerahkan "layar de orbit" pada benda angkasa seperti satelit dapat menghasilkan solusi yang lebih baik untuk mengatasi masalah sampah di luar angkasa (pixabay)

KLIKPOSITIF - Eksperimen inovatif untuk mengerahkan "layar de orbit" pada benda angkasa seperti satelit dapat menghasilkan solusi yang lebih baik untuk mengatasi masalah sampah di luar angkasa. Hal itu diungkapkan oleh Laboratorium Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pertahanan Inggris (Dstl), Senin (24/7).

Ratusan ribu benda buatan manusia mengorbit Bumi, namun kurang dari 5.000 adalah satelit operasional. Daerah yang paling padat berada dalam jarak 2.000 km dari permukaan bumi, yang dikenal sebagai orbit bumi rendah (LEO). Ruang sampah mengancam untuk membuat eksplorasi ruang angkasa dan peluncuran satelit menjadi tidak mungkin, dan menimbulkan bahaya bagi satelit yang ada.

Untuk mengatasi masalah ini, Komite Koordinasi Sengketa Antar Badan (IADC) telah mengusulkan agar semua satelit LEO harus dibatalkan dalam waktu 25 tahun. Tapi metode roket de-orbit tradisional mahal harganya. Kini ruang ilmuwan Dstl sedang mengeksplorasi metode alternatif.

Dilansir dari laman xinhua, eksperimen yang disebut Daedalus mengeksplorasi efek dari layar "orbit orbit" Icarus di satelit.

Layar ini terbuat dari Kapton berlapis aluminium 25 mikrometer tebal, film polimida tahan panas tinggi. Saat dipasang di satelit, layar ini meningkatkan daya tarik, yang menyebabkan turunan terkendali ke atmosfer bumi tempat satelit akan terbakar.

Percobaan pertama baru saja dimulai. Sebuah satelit Kanada, yang dikenal sebagai CanX-7, memasang layar de-orbit pada awal Mei 2017 dan diperkirakan akan terbakar di atmosfer bumi sekitar dua tahun lagi.
Dua satelit lainnya, TechDemoSat-1 (TDS1) dan Carbonite-1 (CBNT1), telah dilengkapi layar Icarus de-orbit dan diperkirakan akan memulainya pada akhir tahun ini.