Samsung Akan Investasi $ 18,6 Miliar Kembangkan Memori Chip

"Sebagai upaya untuk memperluas keunggulannya dalam pengembangan memori chip dan display smartphone"
Seorang pekerja menyeka panel kaca sebelum rapat umum pemegang saham Samsung Electronics di gedung perusahaan di Seoul, Korea Selatan, 24 Maret 2017 (REUTERS / Kim Hong-Ji)

KLIKPOSITIF - Samsung berencana menginvestasikan 21,4 triliun won ($ 18,63 miliar) di Korea Selatan sebagai upaya untuk memperluas keunggulannya dalam pengembangan memori chip dan display smartphone untuk generasi berikutnya.

Pembuat chip memori terbesar di dunia dengan pendapatan terbesar ini mengatakan rencana pengeluaran tersebut mencakup 14,4 triliun won pada 2021 untuk fasilitas manufaktur NAND barunya di Pyeongtaek. Hal ini akan menginvestasikan 6 triliun won di lini produksi semikonduktor baru di Hwaseong, namun pihaknya tidak menjelaskan waktu atau produk seperti apa nantinya yang akan digarap.

Dilansir dari laman reuters, perusahaan tersebut juga berencana untuk menambahkan lini produksi lain ke basis produksi NAND di Xi'an, China. Hal itu sebagai upaya menanggapi permintaan chip yang berkembang pesat untuk penyimpanan data jangka panjang. Namun dikatakannya, hingga saat ini pihaknya belum menetapkan jumlah investasi atau kerangka waktu.

Samsung dan pembuat memori lainnya secara luas diperkirakan mencatat keuntungan pada 2017 dengan menaikkan harga karena kekurangan chip dan permintaan yang lebih tinggi di pasar smartphone. Sumber dan analis industri mengatakan kekurangan pasokan karena peningkatan adopsi produk penyimpanan high-end.

Samsung dan saingan termasuk SK Hynix Inc ( 000660.KS ) telah melakukan puluhan miliar dolar untuk meningkatkan produksi NAND dalam beberapa tahun terakhir, namun analis dan sumber industri mengatakan kekurangan yang cenderung bertahan hingga 2017 sebagai fasilitas baru yang akan bertahan sampai tahun depan.

Beberapa analis mengatakan bahwa kapasitas tambahan tersebut dapat menyebabkan kelebihan pasokan NAND sedikit di awal 2018, namun harga tersebut tidak mungkin terjadi karena pembuat smartphone memilih penyimpanan internal yang lebih besar. Permintaan penyimpanan server high-end untuk layanan seperti cloud computing dan aplikasi virtual reality juga akan ... Baca halaman selanjutnya