NASA: Mars Tidak Miliki Cukup CO2 untuk Menyimpan Cairan Air

"untuk menjaga agar planet ini tetap cukup hangat bagi zat cair"
Ilustrasi (pixabay)

KLIKPOSITIF - Studi terbaru menunjukkan bahwa data yang dikumpulkan dari rover Mars mengindikasikan bahwa awal atmosfer Mars tidak mengandung cukup karbon dioksida untuk menjaga agar planet ini tetap cukup hangat bagi zat cair.

Penelitian yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences mengatakan meskipun bukti geologi dari pelaut Curiosity NASA menyarankan adanya air cair di Mars, planet merah tersebut memiliki karbon dioksida yang terlalu sedikit sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu memberikan pemanasan efek rumah kaca untuk mencairkan air es.

Keingintahuan mengumpulkan sampel batuan dari Gale Crater, yang menurut para ilmuwan merupakan rumah bagi danau purba, namun tidak menemukan bukti pasti keberadaan karbonat. Ketika karbon dioksida berinteraksi dengan air di permukaan bumi, ia mengalami reaksi kimia untuk menghasilkan karbonat, yang kemudian dapat berinteraksi dengan unsur dan senyawa lain untuk menghasilkan mineral karbonat di dasar badan air.

"Namun, rover tersebut tidak membuat deteksi pasti karbonat di batuan lakebal yang diambil sampelnya sejak mendarat di Gale Crater pada tahun 2011," kata studi tersebut.

Dilansir dari laman xinhua, meskipun Mars sekarang dingin dan kering, ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa permukaan planet ini pernah ditutupi dengan sungai dan danau yang membentuk kondisi menguntungkan bagi perkembangan kehidupan. "Akan sangat sulit untuk mendapatkan air cair bahkan jika ada karbon dioksida ratusan kali lebih banyak di atmosfer daripada yang ditunjukkan oleh bukti mineral di batu karang," ungkap Thomas Bristow dari NASA.