Ngetours.com, Travel Marketplace Nasional dari Minang

Ikhwan, CEO Ngetours.com
Ikhwan, CEO Ngetours.com (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pertumbuhan pariwisata di Indonesia terus meningkat dengan signifikan setiap tahunnya. Tak lebih, sekitar 70 juta orang, baik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Indonesia untuk menikmati keindahan wisata di negara ini.

Namun, dengan meningkatnya pertumbuhan itu belum terlalu diikuti dengan keseriusan dari pelaku dunia travel di Indonesia. Hal itu dihubungkan pada kemudahan pemesanan tempat wisata di internet. Ditambah dengan susahnya para Tour Operator atau Tour Organizer di Indonesia menjual produk wisata mereka.

baca juga: Pasien Sembuh COVID di Pessel Bertambah Dua Orang, Total Jadi 15 Orang

Karena inilah, anak muda asal Sumatera Barat bernama Ikhwan menciptakan startup berbasis digital dengan konsep 'Travel Marketplace ’. Startup itu diberi nama ‘ Ngetours .com’ dengan mengusung tema #TravelingJadiMudah. Pemuda tersebut saat ini aktif berkuliah di Unand.

Sebagai Chief Executive Officer (CEO) Ngetours .com, Ikhwan mengatakan, jika startup ini merupakan marketplace atau tempat penjualan bagi tour operator di Indonesia. Dia menyebut, ada tiga aspek yang ditangani oleh Ngetours .com yakni, membantu tour operator untuk menjual paket mereka, kemudian untuk meningkatkan pariwisata Indonesia.

baca juga: Pemerintah Akan Lanjutkan Pembenahan Infrastruktur Pendidikan di Politeknik Negeri Padang dan Kampus Lainnya

"Yang penting adalah untuk mempermudah pemesanan berbagai paket wisata bagi calon wisatawan," katanya didampingi Chief Operating Officer (COO), Manuela Devega di Padang.

Ikhwan menjelaskan, jika Ngetours .com tidak langsung menyetujui tour operator sebagai mitra. Namun, tour operator terlebih dahulu akan melalui tahap verifikasi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. “Karena ini menyangkut keamanan transaksi antara kami, tour operator dan konsumen nantinya,” jelas Ikhwan.

baca juga: Kabar Baik, Bukittinggi Sudah 12 Hari Tanpa Tambahan Kasus COVID-19

Menurutnya, ada sejumlah aspek yang diperhatikan oleh Ngetours .com dalam membangun jaringan penjualan paket wisata . Pertama, segi keamanan transaksi agar tidak terjadinya penipuan. Kedua, kenyamanan konsumen. "Kita ingin berikan paket sesuai dengan deskripsi yang kita tawarkan, jadi konsumen tidak kecewa,” terangnya.

Untuk diawal ini, Ngetours lebih memfokuskan untuk membangun jaringan langsung kepada tour operator. Pasalnya, tour operator merupakan pihak yang langsung menjalankan perjalanan wisata . Hal ini lebih nyaman, karena mereka langsung yang menjalankan.

baca juga: Pemko Bukittinggi Perpanjang Pasar Sementara di Jalan Soekarno-Hatta

"Jadi, kalau ada komplen bisa langsung disampaikan. Walaupun verifikasinya lebih sulit untuk tour operator, tapi itu adalah pekerjaan rumah bagi kita,” katanya.

Disebut Ikhwan, semenjak dibangun akhir tahun 2016 lalu, hingga saat ini Ngetours telah melakukan kerjasama setidaknya dengan 40 tour operator yang tersebar di Indonesia. “Kita masih membuka peluang selebar-lebarnya bagi tour operator untuk menjual produk mereka kepada kami,” tuturnya.

Ada kebijakan khusus yang diterapkan oleh Ngetours , dimana setiap tour operator yang berasal dari daerah yang sama harus memberikan penawaran paket yang berbeda. “Jadi kalau ada yang berasal dari daerah sama agar memberikan paket berbeda walaupun ada tujuan wisata yang sama pada paketnya,” katanya.

Terkait produk sendiri, ada tiga jenis produk yang dijual oleh Ngetours .com, diantaranya, Private Tour, Open Trip dan Custom Trip. “Insha Allah yang akan kita unggulkan adalah Private Trip dan Open Trip. Untuk Custom Trip ini untuk menjawab keinginan konsumen," tuturnya.

Sedangkan untuk target pasar sendiri, Ngetours menargetkan untuk pasar lokal terlebih dahulu. Terkait pengoperasian Ngetours , dijadwalkan akan dimulai pada 15 Mei 2017 mendatang. "Kita saat ini fokus untuk penambahan produk, promosi dan target pasar kita," jelasnya.

Terakhir, Ikhwan berharap, Ngetours dapat diterima baik bagi masyarakat Indonesia, terutama ‘Urang Awak’ (orang Minang ). “Kita ingin membuktikan, jika dari daerah Kota Padang, Sumatera Barat bisa lahir sebuah Startup Digital yang besar,” harapnya. (*)

Penulis: Agusmanto