BBM Produksi Pertamina di Bawah Standar Emisi Euro4

"Pertamax memiliki kandungan sulfur 500 ppm"
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF-Penerapan standar emisi Euro4 dipastikan akan berdampak besar pada bahan bakar yang dipoduksi Pertamina. Pasalnya jika aturan diterapkan maka tidak ada lagi BBM dengan kandungan sulfur tinggi.

Penerapan standar emisi lebih tinggi harus diikuti dengan peningkatan kualitas BBM. Misalnya Euro1 tidak boleh pakai timbal, kemudian makin ketat pada tinggkatan selanjutnya.

Dalam standar Euro4, syarat suatu BBM memenuhi standar emisi gas buang adalah memiliki kandungan belerang (sulfur) yang tidak boleh melebihi ambang batas 50 part per million (ppm). Sedangkan Premium yang sejak 2006 sudah tanpa timbal baru sebesar 200 PPM. Pertamax memiliki kandungan sulfur 500 ppm. Pertalite yang diperkenalkan tahun 2015 di bawah 500 ppm.

Bahan bakar solar milik Pertamina juga tidak sesuai spesifikasi Euro4. Mulai Bio Solar, Dexlite, hingga Pertamina Dex semuanya memiliki kandungan sulfur di atas 200 ppm.

Bio Solar yang menjadi varian terendah memiliki kandungan 3.500 ppm. Dexlite di tengah memiliki kandungan sulfur minimal 1.200 part per milion (ppm). Sedangkan Pertamina Dex di bawah 300 ppm.

Dari data Gaikindo diketahui saat ini Indonesia masih menggunakan Euro2 berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 141/2003 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru sejak 2007.

Namun, realisasi di lapangan masih banyak kendaraan pribadi atau umum yang masih menggunakan standar emisi Euro 1. Peningkatan ini juga diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas BBM.